Jika engkau tak dapat mempercayai segala ketidakpastian,
maka palingkan hatimu kepada Yang Maha Pasti.
Coba perhatikan,
Kau penuhi kehendak-mu dengan mimpi-mimpi,
ingin Kau raih dan wujudkan dalam genggaman-mu,
sudah Kau hitung pula baik buruknya,
dan Kau katakan itu adalah pilihan-mu.
Tidak ada yang salah,
bukankah ini perjalanan menuju kesempurnaan?
Tapi mengapa?
Masih saja kau lekatkan ketidakpastian di hatimu,
saat kau katakan bahwa kau butuh pengakuan,
dan kau ingin orang-orang mengingat-mu.
Sahabat,
tak usah kau hirau apa kata mereka,
tak usah kau berharap dari mereka,
karena itu semua ketidakpastian.
Buang saja semua itu dari hati-mu,
campakkan saja dari genggaman-mu,
dan genggam eratlah buhul tali yang kukuh,
penuhi hati-mu hanya dengan Kepastian.
Namun ketahuilah,
kau takkan sanggup melakukannya,
sebelum kau terbang dengan kehendak-mu,
yang kau tenggelamkan dalam iradah-Nya.
Dengan demikian,
tak jadi persoalan apa yang akan kau alami,
kesulitankah itu atau keindahan,
selama kau berjalan bersama Kepastian,
menuju kepada Kepastian,
dan akhirnya kembali kepada Kepastian.
ditulis oleh Oeban



Halo, salam kenal. Kaget banget baca judul puisinya. Dan setelah baca isi nya…hm…bagus juga…saya juga ibunya Naufal…hehehe…dan saya juga jadi ikutan terinspirasi oleh puisi itu. Gak mudah untuk menjadi orang baik…banyak banget godaan dan cobaannya. Mudah-mudahan kita senantiasa menjadi orang yang selalu istiqomah. Amiin. Makasih ya…
Puisi yang jelas, tegas dan lugas ,saya sebagai om nya naufal sagat berterima-kasih atas di buat kan nya puisi tsb oleh sang penyair…..
tanks yach oeban poetry
mengomentari puisi di atas, SAYA SEBAGAI TETANGGANYA NAUFAL…… turut mikir…. mau-maunya penyair ini bikin puisi buat emaknya nofal khuehehehehe
hm….. kalau saya nggak kenal dengan naufal atau ibunya tuh….
kenalin dunk dg Ibunya Naufal heheh
Peace ban!
[...] 16, 2008 by putirenobaiak REVISI: Ada masukan dari Sobatku ini untuk tak meng-upload foto Nay yg jelek (Devil), setelah aku pikir-pikir mengapa tidak? Aku [...]